MENGENAL JATI DIRI SIAPA AKU SESUNGGUHNYA

Kebanyakan orang tidak menganggap penting mengetahui siapa sebenarnya jatidiri kita.
Cukup tahu siapa ayah dan ibu kita, selesai. Tidak ada yang perlu dipertanyakan dari siapa sebenarnya jatidiri kita sejati.

Bagi mereka adalah lebih penting bekerja dan mencari nafkah. Jatidiri adalah profesi atau pekerjaan masing-masing.

Dalam Kitab Suci disebutkan: "tidak mengenal Tuhannya, manusia yang tidak mengenal dirinya sendiri"

Bisa diartikan: dengan mengenal diri sendiri maka secara langsung akan mengenal Tuhan.


Sebagian lain, banyak orang yang tidak puas dan ingin tahu lebih banyak tentang jatidiri, berakibat harus menjadi penghuni Rumah Sakit Jiwa. Mengalami gangguan jiwa dan harus mendapat perawatan secara medis.

Ada pemeo: mencari jatidiri pasti akan gila.

Dikarenakan tidak adanya ilmu pengetahuan dan informasi akurat tentang proses pengenalan jatidiri.

Mengenal jatidiri pribadi seharusnya ada dalam kurikulum pendidikan dasar. Dimasukkan dalam materi Pelajaran Agama.


ROH DAN JATIDIRI.

Seseorang yang terlalu dalam berpikir dan mencari tahu tentang jatidiri dan asal usulnya, akan didatangi para Roh yang mencari Jazadnya.

Perlu diketahui: sesungguhnya manusia tidak hidup hanya sekali saja di dunia ini. Tetapi lahir, mati dan dibangkitkan kembali berulang kali lahir menjadi bayi lagi dan mati, hingga jatidiri Rohnya sempurna.

Manusia tidak ada yang sempurna kecuali berusaha dan bersungguh-sungguh menyempurnakan dirinya sendiri. Menjadi ilahiah. Setara dengan Tuhan.

Musyrik? Menyekutukan Tuhan?

Tunggu dulu. Anda belum mengenal Tuhan jika serta merta menggugat.

kita bahas pada kesempatan lain.




***
to be continued, ...





Komentar

Postingan Populer